Reformulasi‘Illat dalam Taklif sebagai Pembaharuan Hukum Islam: Studi atas makna safar

Martunus Rahim(1*), Marjan Fadil(2),

(1) IAIN Kerinci
(2) IAIN Kerinci
(*) Corresponding Author




Abstract

Manusia dibebankan untuk melakukan atau meninggalkan perintah dari Allah swt (taklif) dan dalam keadaan tertentu tidak mampu melakukan perintah tersebut karena adanya halangan (masyaqqah). Safar adalah salah satu keadaan yang terdapat masyaqqah di dalamnya dan diperlukan upaya untuk mengangkat kesulitan tersebut. Ulama Ushul fiqh konvensional cenderung meyakini bahwa illat hukum pada safar adalah waktu dan jarak dengan prinsip bahwa‘illat harus “jelas, tetap dan tidak berubah” sejalan dengan pendapat ulama Al-Baidawi, Ibn Al-Hajib, Abd Al-Wahab Khallaf, Al-Amidi dan lainnya. Illat yang dipahami oleh ulama dahulu tidak berlaku lagi pada saat ini karena terdapat masyaqqah yang berbeda. Safar pada zaman dahulu dihadapkan pada kondisi geografis, mobilitas serta tingkat kriminalitas yang berbeda dengan konteks saat ini, sehingga prinsip illat pada saat ini tidak harus “jelas dan tetap” seperti yang dipahami umum dalam hukum Islam klasik melainkan terdapat pada hikmah dan maslahah di dalamnya.

References

Muslim. (t.th.). Shahih Muslim. Beirut: Dar Al-Kutub Ilmiyah.

Al-Asqalani, I. H. (t.th.). Fathul Bari. Beirut: Dar al-Ma'rifah.

Anis, I. d. (1972). Al-Mu'jam Al-Wasith. Beirut: Dar Al-Ma'arif.

Ash-Shiddeiqy, H. (1986). Falsafah Hukum Islam. Jakarta: Bulan Bintang.

As-Sayuthi. (t.th.). Al-Asybah wan Nazhair. T.tp.: Darul Ihya Al-'Arabiyah.

Al-Jurjani, A. i. (t.th.). Kitab al-Ta'rifat. Singapura: Al-Haramain.

Al-Zuhaily, W. (1986). Ushul Fiqh Al-Islami. Beirut: Dar Al-Fikr.

Munawwir, A. W. (1984). Kamus Al-Munawwir. Yogyakarta: PP Al Munawwir.

Al-Jauhari, I. b. (1990). Al-Shahh Taj al-Lughah wa Shahahu Al-'Arabiyah. Beirut: Dar al-'ilmi li al-Malayin.

al-Rahman, A. a.-H. (1986). Mabahis al-'Illat fi al-Qiyas 'ind al-Ushuliyin. Beirut: Dar al-Basyar al-Islamiyat.

Al-Hajib, I. (1952). Mukhtasar Muntaha al-Ushuli. Beirut: Al-Matba'ah al-Kubra Al-Amiriyah.

Khallaf, A. W. (1956). Ilmu Ushul Fiqh. Beirut: t.p.

Syarifuddin, A. (1999). Ushul Fiqh. Jakarta: Logos Wacana Ilmu.

Zahrah, M. A. (t.th.). Ushul Al-fiqh. Beirut: Dar Al-Fikr al-'Arabi.

Sarakhsi. (1952). Ushul Al-Sarakhsi. t.tp.: Dar Al-Kitab Al-'Arabi.

Asy-Syatibi. (t.th.). Al-Muwafaqat fi Ushul al-Fiqh. Beirut: Dar Al-Fikr.


Full Text: PDF

DOI: 10.32694/010990

Article Metrics

Abstract View : 42 times
PDF : 58 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Martunus Rahim, Marjan Fadil

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.